New Year’s Meeting

#Originally posted at 2 January 2011

 

Selamat tahun baru 2011. Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya, tahun yang semakin dirahmati Allah. Amin.

Ceritanya di awal tahun ini ada beberapa janji ketemuan dengan beberapa teman. Tepat di hari yang sama, untungnya dalam waktu yang bisa sedikit fleksibel, aku bisa menghadiri dua acara penting dengan teman – temanku. Ya, memang aku bilang ini acara penting. Siangnya, aku ada janji karoke dengan teman sesama fiskal 2006 di Margo City, Depok, lalu sorenya janji mini reuni dengan teman sepermainan waktu SMA di TIS Square, Tebet. Kupikir, ini acara temu kangen yang spesial, karena pada pertemuan ini aku sudah menyandang gelar sarjana. Hhehe 🙂

 

Oke, untuk karoke bareng anak fiskal memang nggak sebanyak massa yang kita harapkan. Tetapi berapa pun jumlah yang hadir saat itu, tentunya membahagiakan buatku. Ada teman yang memang sudah jarang bertemu, ada juga sesama teman yang baru lulus. Ya, hitungannya aku refreshing lah setelah kado akhir tahun yang indah berupa kelulusan. Oke, personil karoke yang datang Minggu siang itu ini nih.

Karoke Fiskal NolEnam

Ki-ka: @cutdien @erditasetya @andayanih @poetribella @dlestarii @petronelayulia

Photo taken by: @anggazul

Yak. Selesai nyanyi sana – sini, aku dan @petronelayulia pamit duluan. Kami memang teman satu SMA, dan akan melanjutkan Minggu yang ceria itu dengan bertemu teman lama kami di Tebet. Jarak Depok – Tebet memang jauh, namun dengan fasilitas kereta api dari Depok, kami hanya butuh sekitar 20 menit ke Stasiun Cawang, lalu naik bis ke TIS Square. Dan voila, sudah banyak teman SMA kami yang hadis di Shusi Ya, Tebet. Ini dia wajah – wajah eksotis kami. Hhehe.:)

fourteenerrsss

Alumni SMAN 14, angk.2006. Cheers!

 

Selesai sudah estafet new year’s meeting di hari Minggu yang melelahkan namun menyenangkan. Terima kasih kawan – kawan, sampai jumpa lagi di lain kesempatan. Ciaoo!!

It’s My Day, Yeeaayyy!!

#Originally posted at 27 December 2010

 

Oke. Sepuluh hari setelah deadline pengumpulan naskah siap uji ke pihak jurusan,hari pertempuran yang sesungguhnya pun tiba. Setelah beberapa hari dibingungkan dengan susunan tim penguji yang akan mengujiku di hari besarku selama kuliah di kampus perjuangan beserta distribusi naskahnya, tibalah aku pada hari penentuan kelulusanku. Senin, 27 Desember, jadwal semula pukul 3 aku akan menghadapi sidang skripsi. Beberapa hari sebelumnya memang aku sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi hari bersejarah itu. Mulai dari pembuatan slide powerpoint, penguasaan materi, outfit yang nyaman, serta keperluan konsumsi dewan penguji. Baiklah, karena aku berada di urutan bontot pada rangkaian sidang skripsi hari itu, yaitu keenam dari tujuh peserta ujian Senin itu, aku merelakan diri mengurusi beberapa keperluan konsumsi hari itu. Kurasa hal itu baik untukku, karena pada akhirnya aku menjadi tidak begitu tegang menghadapi sidang (ya tegang juga sih sebenernya). Ternyata waktu ‘pembataian’ untukkku maju satu jam dari seharusnya, atau sekitar pukul 2.

 

Bismillah. Kubuka file presentasiku, aku diberi waktu 7 menit untuk mempresentasikan hasil penelitianku di hadapan dewan penguji. Deg-deg-an? Tentu saja. Beruntunglah aku di-support beberapa teman yang datang menemani sidangku siang itu. Thanks guys, you’re more than precious. Selesai presentasi, waktunya ‘penyerangan’ ups maksudku sesi tanya jawab. Sekitar 45 menit berlalu, berbagai pertanyaan, kritik, juga saran untuk melengkapi hasil penelitianku pun dikemukakan dewan penguji. Waktu berjalan begitu cepat hingga aku hampir lupa untuk menuliskan apa saja yang terjadi pada durasi hampir sejam itu. Intinya, setelah sidangku dinyatakan selesai, satu kata yang aku rasakan, LEGA. Meski belum lega sepenuhnya, karena aku harus menunggu diskusi dewan penguji untuk menentukan nasib kami yang hari itu diuji. Selang waktu sejam, akhirnya sudah didapat hasil perjuangan kami selama dikampus. Aku dan teman – teman lain yang telah disidangkan diminta kembali ke ruangan sidang, lalu ‘vonis’ pun dibacakan, dan syukur alhamdulillah KAMI LULUS, AKU LULUS.

 

Sungguh hari yang begitu indah dalam perjalanan hidupku. Menyelesaikan pendidikan Strata 1 di kampus idaman sedemikian orang, menghadiahkan kelulusan ini untuk kedua oarangtuaku tentunya, juga kebahagiaan kedua adikku, keluarga besarku. Terima kasih ya Allah atas karunia-Mu hari ini.

 

Selain aku, sarjana baru hari ini antara lain kami yang cantik-cantik di bawah ini. 😉

 

Fresh Bachelor, We Proud of It

Ki-ka: Petro, Yani, Nindy, Sevha, Ruth, Erdita, Marina

 

Jumat Keramat nan Dahsyat

#Originally posted at 17 December 2010

Well, tanggal yang pertama kali aku tandain besar-besar dan sejelas-jelasnya di kalender adalah tanggal 17 Desember ini. Bertepatan jatuh di hari Jumat, banyak doa baik yang kupanjatkan khusus untuk tanggal ini. Apalagi kalo bukan soal skripsi. Ya, ini adalah tanggal keramat bagi beberapa jurusan di fakultasku yang mewajibkan mahasiswanya yang dalam masa penyelesaian tugas akhir skripsi untuk mengumpulkan naskah siap uji, beserta seluruh kelengkapan administratif yang diperlukan pra sidang.

Sebelum bercerita tentang betapa dahsyatnya hari Jumat pekan ini, rewind sebentar deh ke beberapa hari sebelumnya. Oke, skripsiku selesai. Tapi nggak sampe situ aja dong. Butuh banget tanda tangan sakti dari dosen pembimbingku, Mbakku tersayang. Beberapa hari sebelumnya aku gagal bertemu Beliau karena satu dan lain hal. Sempat Beliau tidak ada di tempat, sempat tak ada kabar ketika kau menghubungi ponselnya, dan sempat juga aku yang tak bersiap di kampus karena belum selesai dengan segala perintilan yang harus ditambahkan dalam naskah siap ujiku. Hingga kamis, sehari sebelum deadline pengumpulan naskah skripsi siap uji di jurusan, alhamdulillah berita baik kudapati dengan nikmatnya. Di detik menjelang senja mengakhiri waktunya berada, sebuah tanda tangan tanda acc skripsi kudapat dari Dosen Pembimbing. Rasanya senang bukan main. Sebelumnya aku hampir tak bisa diajak bicara, diam sejuta bahasa. Ekspresiku kelu begitu saja. Datar. Bagaimana tidak, teman-temanku, bahkan hampir seluruh temanku yang berjuang di semester ini menyelesaikan skripsi telah mendapat tanda pengesahan dari pembimbing mereka. Sementara aku masih diambang batas keraguan untuk bisa sidang semester ini. Allah bersamaku, kembali aku diberi nikmat-Nya. Sore itu menjadi penutup yang indah untuk perjuanganku selama beberapa waktu begadang tanpa tidur yang cukup. Dengan kantung mata sebesar biji jengkol, air mataku hampir tumpah ketika melihat pembimbingku menorehkan tanda tangannya di halaman cover skripsiku. Allahu Akbar.

Sungguh aku berterima kasih atas pengertian, perhatian, bimbingan, dan dorongan dari Dosen Pembimbing Skripsiku. Aku menyempatkan foto bersama dengan Beliau sebelum melakukan Gladi resik Wisuda pada awal Februari. Ini dia fotonya, kami cantik kan? 😉

with Mbak Milla 🙂

Oke, meski acc sudah diterima, ternyata ada beberapa bagian yang masih harus menjadi catatan bagiku. Dengan sabarnya pembimbingku memberitahu bagian mana dari skripsiku yang perlu diperbaiki sebelum diberikan ke jurusan untuk ditentukan jadwal pengujiannya. Aku bertekad memperbaikinya dengan segenap daya yang aku punya, meski tak ada waktu banyak tersisa. Sebelum pukul 4 sore di hari Jumatnya, 4 eksemplar naskah siap uji harus sudah diserahkan ke jurusan. Semalam suntuk aku berjuang menghiraukan kantuk dan raga yang mulai merengek demi perbaikan skripsiku yang siap uji. Pikirku, ini kali terakhir aku untuk berjuang, sebelum bertempur salam arena sidang penguji.

Hingga Jumat pun datang. Pagi itu aku masih saja menge-print naskahku, beberapa kali terjadi kesalahan, membuat dadaku berpacu sedemikian hebatnya. Aku harus bertarung mengejar waktu, memikirkan waktu penyelesaian print-an di printer rumah yang kadang lemot, berharap tintanya cukup setidaknya hingga aku selesai mencetak bagian penting, lalu harus mengalokasikan waktu untuk mandi dan makan, karena sejujurnya aku menunda dua kegiatan itu sedari malam. Juga harus kupikirkan alokasi waktu tempuh Pondok Gede – Depok untuk mencapai kampus perjuanganku, juga waktu nge-tem di tempat fotokopian untuk menggandakan naskah dan penjilidannya.

It’s wrap! Pukul 11.30 aku tiba di Depok, langsung kusambangi tempat fotokopi langgananku, meminta pegawainya mengerjakan pesananku secepat mungkin, ya tentunya dengan biaya yang lebih dari biasanya. Selesai semua yang aku perlukan dari tempat fotokopi tersebut, Depok dilanda hujan besar, sangat besar. Beberapa lama kutunggu hingga hujan mereda, lalu kuberanikan diri dengan beban sekian kilogram di tangan kana dan kiriku berisi naskah siap uji yang akan kuserahkan ke jurusan. Dan tibalah aku disana. Dengan senyum yang mengembang lebar, nafas yang maih tersengal, dan kelegaan yang luar biasa, aku menyerahkan 4 bundel naskah skripsi siap uji pukul 12.15.

Selesai membenahi urusan pribadi, beberapa temanku datang menyelesaikan tugas yang sama. Kelegaan terlihat jelas dimata kami, juga kelelahan yang terbaca. Bismillah, semoga naskah siap uji ini dapat kami pertanggungjawabkan sebaik mungkin dalam sidang skripsi yang belum diketahui jadwalnya. Dan semoga mendapat tim penguji yang baik hati, hihi. Amin.

My Dearest December

#Originally posted at 1 December 2010

 

Oh my dearest December,

Bulan Desember adalah bulan terakhir di setiap tahunnya, dan nggak berubah sampai tahun 2010 ini. Agaknya akan terdengar klise dan monoton kalo saya bilang “nggak berasa yah udah mau tahun baru lagi, atau nggak berasa yaa tahun 2010 cepet banget berlalu.” Prettt, 2010 bisa jadi tahun penuh pembelajaran berharga untuk saya. Terutama untuk persoalan akademis, yang tidak lain dan tidak bukan adalah SKRIPSI.

Beberapa bulan ini status saya sebagai mahasiswi tingkat akhir memang di-embel-embel-i dengan cap di jidat in a relationship with mini-thesis. Rasanya hubungan kali ini ingin sekali saya segerakan untuk putus, alias LULUS. Tanggal 17 Desember nanti adalah tanggal keramat batas waktu pengumpulan naskah skripsi siap uji, itu artinya semua persyaratan skripsi saya harus lewat kata ACC pembimbing. Semoga target tercapai. Amin.

Permohonan bulan Desember ini rasanya bukan saja jadi permohonan saya pribadi, karena beberapa teman seangkatan saya pun punya permohonan yang sama persis, yaitu lulus dengan gelar SARJANA. Amin Yaa Allah.

Semoga semua bisa tercapai dengan hasil yang memuaskan dan membanggakan keluarga, teman, sahabat, dan lainnya. Amin Yaa Allah.

Dearest December,
Please be nice to me.
Please make my dream come true.
__ a bachelor-to-be___

*yang baca postingan ini harap meng-amin-i my #decemberwish*
*maksa*
hhehe