Enam Belas

Surat Cinta Hari ke-3

Teruntuk pasangan @cuiiw dan @gabrisanjaya ❤

Selamat tanggal enam belas. Selamat menggenapkan suka cita dengan jelas. Selamat hari jadi Dewi dan pasangan, semoga selalu berada dalam keselarasan.

Semula, ide surat cinta ini kubuat dalam rangka menyematkan selamat hari jadi untuk teman-temanku yang menggenapkan perasaannya di tanggal ini dengan pasangannya. Setidaknya, ada dua pasangan temanku yang mengeramatkan tanggal enam belas ini sebagai hari dimana perasaan dan harapan mereka berbalas. Tapi kenyataan berbicara lain. Semalam, saat berniat mengumpulkan foto kalian dan pasangan, aku baru saja mengetahui bahwa pasangan temanku yang satu lagi sudah tak bersama. Sebut saja putus. Sebut saja tak lagi mengkhususkan tanggal enam belas di setiap bulannya. Ya, dan jadilah surat cinta ini aku khususkan untuk kalian berdua, @cuiiw dan @gabrisanjaya. Tak apa-apa yaa.

Kembali ke niatku menuliskan surat cinta ini. Kuucapkan selamat untuk pertambahan usia hubungan kalian hingga saat ini. Meski tak tahu pasti ini pengulangan enam belas yang keberapa kali, semoga saja surat cinta ini membawa kenangan lain dari kisah kasih yang kalian lewati. Doa dan harapan terbaik tak ada yang luput untuk kuberi, anggap samakan saja dengan segala harapan yang kalian ingini.

Dewi dan pasangan, selamat menempuh hari-hari bersama kemudian. Tetap menjadi pasangan yang saling melengkapi dengan segala kelebihan dan kekurangan. Tetap menjadi pendukung nomor satu pasangan, menjadi bahu tempat bersandar kala yang satu membutuhkan, menjadi penyangga yang kokoh sewaktu yang satu membutuhkan, menjadi sebaik-baiknya pengingat ketika salah satunya menuju kealpaan. Sekali lagi selamat. Dan selamat. Senang sekali bisa menghiasi postingan ini dengan wajah bahagia kalian.

Dewi and Gabri

Dan untuk seseorang yang sempat menjadikan enam belas sebagai angka keramat, semoga kesedihanmu tak berlaku amat sangat, dan dapat berlalu cepat. Aku hanya sanggup meniupkan sedikit semangat. Kuyakin kamu disana pasti kuat. Semangat menempuh perjalanan yang lebih hebat, sahabat. Selamat mengejar cita, cinta, dan citra dear Tika (@kdsavitri). Senang sekali melihat kedekatanmu dengan Ibu.

Tika and her Momma

Dan pada akhirnya, kembali ke hakikatnya sebagai angka, enam belas adalah sekedar pengingat selebrasi. Lebih jauh dari itu, yang terpenting sesungguhnya kebahagiaan kalian bersama orang-orang di sisi. Selamat memeluk bahagiamu yang hakiki dengan pasti.

 

Selamat Melangkah Duluan dari Kuningan, Oland

Surat Cinta Hari ke-2

Teruntuk @olandrudy

Graduation Rehearsal with Olandrudy

 

Hai, Oland… Mungkin ini kali pertama buatku menyapamu dengan panggilan Oland. Ya, sejak pertemuan dan perkenalan kita di kampus Depok beberapa tahun lalu, memang aku selalu memanggilmu Rudi. Tapi bukan berarti aku tak diperkenankan memanggilmu Oland, bukan? Ya, sebut saja ini usaha mempermudah lidahku dalam pengucapan namamu buat si cadel macam aku. Hhehe..

Rasanya aku tak perlu bertanya apa kabar. Aku tahu pasti hatimu kini sedang berdebar bar-bar. Akan ada hari baru, pengalaman baru, rekan baru, dan perjalanan baru mulai esok pagi untukmu. Tentunya di kantormu yang baru. Untungnya berita baik ini kudapat langsung darimu, bukan hasil bisik-bisik sekitar yang tak sengaja terdengar. Bukan pula hasil gerilya per-kepo-an yang gencar. Aku turut bahagia mendengar kepindahanmu ke kantor yang baru. Meski aku belum tahu dimana tepatnya itu, tetapi bukankah turut bahagia itu tak perlu meragu? Aku yakin, ini adalah fase dalam hidupmu dimana kesempatan di hadapan bertemu indah dengan pertimbangan-pertimbangan penuh kematangan. Aku percaya, ini adalah sebaik-baiknya pilihan yang kau putuskan.

Aku adalah pihak luar; yang hanya tahu keseharianmu secara garis besar. Tapi percayalah Oland, aku mendukung selalu teman-temanku mewujudkan mimpi-mimpi mereka yang besar. Surat cinta ini kutulis tepat di malam sebelum kau memulai hari-hari baru di jejeran hutan beton Thamrin. Sekedar ucapan pemompa semangat, juga sekedar pengingat. Bahwa sebelumnya kita pernah bertetangga di barisan beton Rasuna Said. Bahwa sebelumnya kau masuk kantor pertamamu 2 hari lebih awal sebelum aku masuk kantor pertamaku (hingga kini). Bahwa sebelumnya kita lulus dari almamater yang sama dengan wisuda di sebuah Sabtu 5 Februari setahun lalu. Bahwa sebelumnya kau dan aku mengalami masa krisis dalam penyelesaian skripsi yang menguras hati. Bahwa sebelumnya kita pernah bersaing untuk memperebutkan sebuah kursi di jurusan di salah satu universitas ternama di negeri ini, hingga akhirnya kita sama-sama berhasil menyelesaikan masa studi.

Dear Oland, mulai besok kita tak lagi sama-sama menghirup udara tercemar polusi di langit Kuningan. Mulai besok kau akan memulai perjalanan baru yang akan dilewati, sementara aku masih bertahan menjadi gadis yang bermesraan dengan beraneka faktur dan retur. Mulai besok, mungkin ada yang akan merasakan kekosongan saat mendapati meja kerja tempatmu tak bertuan lagi. Dan di lain tempat yang aku belum tahu pasti, ada yang akan menyambut kehadiranmu dengan posisi yang kau isi.

Selamat merajut kisah baru, semangat mengejar mimpi-mimpi yang kau tuju. Selamat melangkah duluan dari Kuningan, Oland.

*ps: salam kecup untuk Sisil ya, Tulang 🙂 

Heartbreak Getaway

Meneropong kaleidoskop 2011, akhir tahun ditutup dengan pamungkas yang bikin hati meranggas. Singkatnya, aku patah hati. Siapa yang mematahkan? Ups, soal itu cukup aku saja yang tahu. Intinya, keadaan yang tidak memungkinkan bagi dua orang anak manusia untuk melanjutkan ke jenjang keseriusan hubungan. Tsaahhh.. Well, di postingan kali ini aku bukannya mau membahas soal ke-patah-hati-an-yang-tidak-hati-hati itu, tapi soal heartbreak getaway yang kulewati setalahnya. Kunamai heartbreak getaway dengan tujuan setelah perjalanan tersebut aku bisa melupakan, minimal tidak selalu mengingat hal-hal pahit yang nggak mau aku ungkit-ungkit. Postingan ini keseluruhan captureselama perjalanan 2 hari yang menggugah hati. Tsaahh.. :p

Oke, perjalanan membebaskan kegundahan ini berlangsung Sabtu – Minggu, 24-25 Desember 2011 ke rumah peristirahatan keluarga seorang temanku di Parung Kuda, Sukabumi. Ini nih personil galau goes to Like-earth.

eta-indah-aku-fera

Sebenarnya, perjalanan ini antara niat dan tidak niat. Bayangkan saja, pukul 3 sore kami baru meluncrur dari  Pondok Gede, and thanks God jalanan yang tadinya diperkirakan macet total justru menawarkan persahabatan yang kental. Tiba di rumah peristirahatan tepat waktu Isya waktu setempat, ternyata kami sudah disuguhi hasil kebun daerah setempat. Durian, rambutan, dan manggis dengan lahap jadi santapan malam kami yang nikmat. Alhamdulillah. Malam pun semakin larut. Ayam, nasi, dan segala buah-buahan hasil panen tadi sudah selamat sampai ke perut. Harusnya siih tidur nyenyak dengan bungan tidur yang lembut. Tapi memang kebersamaan seperti ini pasti sesi curhat dari hati ke hati tak boleh luput. Memang bukan cerita gamblang. Tapi aku yakin masing-masing dari kami tahu isi hati yang lain dengan gamblang. Buktinya, ketika di salah satu stasiun tv menampilkan lagu Listen-nya Mariah Carey, ketiga temanku in langsung mencandaiku. Ya, lagi-lagi mereka terlalu mengerti rekannya yang sedang patah hati. I love them.

Berlanjut ke hari kedua. Semula Fanny, salah satu rekan kami yang lain, berniat menyusul. Tetapi karena satu dan lain hal, hal itu batal, sehingga kami tetap melanjutkan perjalanan berempat. Dan memutuskan untuk meluncur dari Sukabumi siang hari dengan tujuan Bogor. Ya, apalagi selain wisata kuliner yang kami tuju bukan. Kami memilih Kedai Kita, di Jalan Pangrango untuk menghabiskan santap siang. Berikut ini captured beberapa menu pesanan kami. Semoga menambah referensi Anda. Silakan dilirik-lirik.

mie ayam

 

bakso sapi

mie hot plate - lada hitam

Setelah kenyang menggembul melahap santap siang. Perjalanan selanjutnya adalah berburu buah tangan untuk personil di rumah. Target yang kami gaet adalah PIA APPLE PIE. Ini nih waktu aku mejeng disana.

me at PIA APPLE PIE

 

buah tangan untuk yang di rumah

Selesai berburu pie, lanjut menyerbu depot klappertart yang terletak di sebelahnya.

foto duluu sebelum pulang

 

Dan akhirnya berakhirlah perjalanan patah hatiku di penghujung 2011 yang lalu. Selalu ada cara untuk berjalan menjauhi masa lalu tanpa perlu mematok waktu. Aku mengerti itu. Dan kamu, yang tak sempat  jadi milikku, kudoakan bahagia selalu, tanpa aku. 🙂

 

 

 

 

 

 

Welcome 2012

Wow, sudah memasuki hari kesembilan di Januari 2012. Dan artinya sudah sekitar setengah tahun blog ini mati suri. Tapi jangan sedih. Tak ada fase terlalu cepat atau terlambat untuk berbagi. Makaaaa, di 2012 ini aku akan mulai menuliskan kembali perjalanan semut abu-abu di blog ini. Dengan semangat berbagi, semoga ada hal – hal positif yang bisa dipetik serta hal – hal negatif yang bisa diperbaiki. Last but not least, aku ucapkan “SELAMAT TAHUN BARU 2012, SEMOGA KEBERKAHAN-NYA MELINGKUPI KITA SELALU.” Selamat menguntit perjalanan semut abu-abu. 🙂