Sadturday to Sweeterday

Dari judulnya, kayaknya postinganku kali ini sudah ketebak soal apa yang jadi bahasannya. Ya, garis besarnya perihal hari Sabtu. Untuk seorang pekerja kantoran 8-5 sepertiku, hari Sabtu merupakan hari yang selalu ditunggu di setiap Minggunya. Setelah lima hari kerja berlalu, rasanya hari Sabtu sudah pasti tepat untuk dilewati dengan seru. Sabtu juga merupakan pengantar yang memikat untuk menjemput hari Minggu yang nikmat dilewati dengan istirahat. Singkatnya, Minggu adalah pemompa amunisi untuk menempuh pekan kerja mendatang yang padat.
Hmm, kecerian Sabtu rasanya tak dapat aku nikmati pada 28 Januari lalu. Satu kata yang sebisa mungkin kuhindari di hari Sabtu adalah, LEMBUR. Dan, inilah yang terjadi pada Sabtu tersebut. Tuntutan pekerjaan dan sistem yang tak bersahabat kala itu mengharuskanku untuk menempati kubikel kerjaku Sabtu itu. Atas nama tanggung jawab dan totalitas kerja, lembur Sabtu pun kujalani juga. Tapi, ada hal yang membuatku merasa berkecil hati. Pada hari yang sama, beberapa temanku berencana untuk jalan bareng. Ya, sekedar makan bersama, berbagi cerita dan berita. Cukup lama tak bertemu mereka membuatku ingin seklai turut serta. Tapi apa daya, pada saat yang sama itu saya harus menikmati ruang gerak di balik meja. Beruntunglah teman-temanku mengerti kondisiku saat itu dan memutuskan mengundurkan jadwal keberangkatan mereka. Ditambah lagi, tempat yang mereka pilih juga terhitung dekat dengan tempat aku bekerja. Alhamdulillah, akhirnya ada kesempatan untuk bersama mereka di Sabtu yang ceria. Yeaayyyy.
Pilihan tempat makan kami jatuh pada sebuah kedai sushi di bilangan Tebet. Sebenarnya, kami hanya penasaran dengan kedai ini yang memang baru beberapa bulan beroperasi. Cukup lama menunggu pesanan, kami mengahabiskan Sabtu sore itu dengan membahas banyak hal seru, dan tertawa bersama tentunya. Tawa yang besar lebih tepatnya, sehingga (kurasa) cukup mengganggu pengunjung lain yang mayoritas pasangan muda. Yaiyalah, malem Minggu gitu lho. Rasa penasaran kami pun terjawab setelah pesanan kami tiba dengan selamat di meja. Ini dia beberapa gambar pesanan yang kami abadikan.

all I want is sushi

royce ice cream

Nah, gimana pendapat teman-teman setelah melihat gambar sebelumnya? Well, menurutku dan teman-teman, rasa sushi tersebut ya standar dan datar saja. Sangat terbantu dengan dibubuhkannya mayonaise. Selebihnya, masih terdapat cela yang nyata. Antara lain, nasi dan unaginya yang keras terasa. Meningat tujuan awal kami yang memang hanya iseng mencoba kedai baru, hal ini tidak cukup memberikan kesan dan pesan tersendiri.

Belum cukup dengan kebersamaan yang kurang lebih hanya sejaman, kami memutuskan untuk mendatangi salah satu kedai kopi di kawasan Epicentrum Walk, Kuningan. Kami menyebutnya “ngopi-ngopi galau”. Rasanya sebutan ini benar adanya. Bagaimana tidak, masing-masing dari kami semua membuka sesi curhat tak tahu tempat. Dan lagi-lagi, tertawa menjadi bumbu wajib dimanapun kami berada.

i'm too in love with green tea blended

 

Oke, curhatan kami tak jauh dari soal lawan jenis kami yang harus kami akui tingkat sensitivitasnya tak terasah. Ada yang menceritakan soal hubungannya yang mulai hambar dengan kekasih, ada yang baru pupus karena gebetannya ternyata telah beranak istri, ada juga yang masih terlibat dalam kompleksitas hubungan permantanan. Apapun itu, selalu menyenangkan mendengarkan kisah-kisah orang lain dan berbagi isi kepala bersama. Menyenangkan melihat beragamnya padangan teman-teman tapi sama sekali tak ada yang menjatuhkan. Menyenangkan mendapat masukan dan pendapat yang membuat masing-masing semakin kuat. Dan kamilah, SAHABAT.

sudut berbagi cerita dan mengisi perut

we're in action

Terima kasih sahabat telah mengubah Sabtuku yang penat menjadi hangat.

Peluk erat;

yani

 

Advertisements