Surat Cinta untuk (calon) Mempelai Wanita

Perhatian. Surat ini ditulis dengan perasaan 1% bahagia, dan 99% bahagia sekali.

Dear (calon) mempelai wanita yang berbahagia,
Apa kabarmu di hitungan hari menuju kehidupan baru? Hidup baru bersama seseorang yang hatimu pilih, untuk berbagi kasih dan pedih. Hidup bersama pria penjaga hatimu di bawah payung rumah tangga. Kelak, akan hadir malaikat-malaikat kecilmu yang mendoakanmu dalam setiap selesai sholatnya. Indahnya. Hm, mungkin aku terlalu jauh membayangkan dari sekedar menanyakan kabarmu. Bagaimana dear, apakah detak jantungmu kini sedang berdebaran? Apa kamu sedang merasa deg-deg-an? πŸ™‚

Dear, mungkin saat ini kamu terlalu sibuk untuk sekedar membaca suratku ini. Kupahami segala kerepotanmu mempersiapkan hari spesial di hidupmu. Meski belum pernah mengalami, aku mencoba mengerti betapa sulitnya mengatur waktumu dan membaginya sepersekian demi orang-orang di sekelilingmu. Aah, aku yakin itu masa-masa seru yang haru biru ya. Sekarang, ijinkan aku untuk sekedar mengabadikan sebingkai momen manis dari perjalanan panjangmu dengan mempelai pria-mu. Semoga berkenan dan berkesan.

Sheva – Dinal
Hey, tetangga sekaligus teman sejurusan di kuliah. Akhirnya, kisah dua mahasiswa jurusan fiskal yang bergerilya di tanah Tangerang untuk menyebarkan tiket Try Out SNMPTN berhasil melenggang ke pelaminan. Yeay, senang sekali rasanya bisa menjadi bagian yang melihat langsung perjuangan dan perjalanan kalian bersama. Sayang sekali, tak sempat ada klappertart mendarat untukku. Pffttt. :p
Ehya, ini akadnya maju dari jadwal yang sebelumnya ditentukan kan? Hayoo, ngakuuu. Tahukah kamu, bukan main bahagianya aku pada 10 Juli tahun lalu. Siangnya kita bersama menghadiri resepsi pernikahan salah seorang teman kuliah kita. Disusul, kamu yang dilamar si dia pada malam harinya. Bahagianya super padat, dahsyat, dan berlipat-lipat.

Sevha - Hamdinal

Chemie – Rizky
Hey, teman se-SMA yang sekelas di tingkat dua dan tiga. Sungguh ya, kalian berdua itu pasangan yang tak lekang oleh zaman. Tsaahhh.. Awet banget deh hubungannya dari putih abu-abu sampe mau jadi bapak-ibu. Dear Chemie, gimana rasanya pacaran sama mantan Ketua KJDK? Gak diajak balapan lari atau kejar-kejaran bola terus kan? Ya enggak dong ya, kan kalian yang berlari bersama menuju masa depan yang siap ditaklukkan. πŸ™‚

Chemie - Rizky

Radita – Hardi
Hey, teman kenalan waktu SMP. Sesungguhnya aku tak ingat betul kapan dan mengapa akhirnya kita jadi saling mengenal. Tapi ya, bagaimanapun dan apapun sebabnya suatu pertemanan, semoga saja berlangsung kekal. Ets, tapi yang jelas kuingat ya, kamu itu adalah mantan dari salah seorang temanku saat duduk di bangku sekolah dasar. Dan yaa, kita bertemu lagi saat besar. J
Sungguh, pribadi yang menyenangkan adalah yang kutangkap dari sosokmu. Dari akun sosial media milikmu, aku sesekali mendapati info atas persiapan pernikahanmu. Dan tentu saja, aku membayangkan betapa serunya fase itu.

Dita - Hardi

Kepada calon-calon mempelai wanita yang sedang menanti hari H-nya, hanya satu yang bisa aku turut rasakan juga, BAHAGIA. Selamat mendekati masa-masa hidup baru. Bersama pilihanmu, untuk masa depanmu. Dan karena kalian akan mendahului aku, jangan putus untuk doakan aku menyusul juga ya. Bisa saja segera, atau lama, tapi kuyakin sesuai atas waktu-Nya. Sekali lagi, SELAMAT. πŸ™‚

Postingan ini ditulis pada International Women’s Day, 08 Maret 2012. Untuk kamu; yang single, yang akan atau sudah berkeluarga, yang sudah dikaruniai buah hati maupun belum, semangat dan cinta wanitalah yang akan membuat dunia tetap berwarna.
β€œYou educate a man; you educate a man. You educate a woman; you educate a generation.” (Brigham Young)

Advertisements