tentang memantapkan hati

Image

Baru-baru ini, dua pria bicara pada saya soal fase memantapkan hatinya. Pada siapa? Jelas bukan saya. Ya, dua pria dengan usia relatif sama dengan saya.  Satu teman di kantor berbeda divisi, satu lagi teman sewaktu sama-sama mengenakan seragam putih abu yang kini sedang merantau di luar Jawa. Menariknya, dua orang pria inilah yang beberapa waktu ini menyentil saya perihal kemantapan hati. Menurut pengakuan mereka pada sebuah kotak curhat yang lucu dan imut, keduanya tengah berada dalam kondisi memantapkan tujuannya untuk masa depan. Apakah gadis yang mereka labeli sebagai gebetan tersebut benar-benar tujuan dari segala pencarian? Apakah memang gadis tersebut layak untuk diperjuangkan untuk kemudian dimenangkan? Selain itu, apakah gadis yang mereka tuju itu juga merasakan hal yang sama seperti yang mereka inginkan? Semua masih dalam kerangka tebak-tebakan, belum sampai ada tembak-tembakan. :p

Yang menyentil saya secara pribadi adalah bagaimana menariknya kedua pria tersebut mengemukakan pertimbangan-pertimbangan mereka untuk keputusan yang akan mereka buat. Tidak ingin terburu-buru. Itu kata mereka. Saya setuju, tidak terburu-buru memang perlu, tapi juga tidak berarti mengabaikan kuasa waktu bukan. Saya yakin, segala sesuatu yang diniatkan baik, akan baik pada waktunya. Meski dengan cara yang pelik, ataupun unik. Insya Allah, hasilnya akan baik.

Pembicaraan dengan dua orang ini tempo hari terus terang membuat saya berpikir. Apakah pria yang sedang berusaha menjadikan saya tujuannya juga berpikir demikian? Masih menanti hatinya sampai pada titik kemantapan? Sama sekali tidak salah sih ya. Ah, bicara apalah saya ini. Segala keputusan memang harus dipertimbangkan masak-masak bukan. Bukan sekedar perenungan semalam, tapi melalui serangkaian pemikiran yang dalam.

Sang Pencipta Semesta, jika ada seorang pemilik niatan baik yang datang pada saya, semoga hatinya telah menyentuh tingkatan kemantapan menuju ketetapan-Mu. Cukupkan juga diri ini akan kemantapan yang sama. Setidaknya, bukan sekedar rasa yang akan kami jaga bersama, tetapi juga komitmen saling menjaga hingga akhir hayat tiba. Amin.

 Dan untuk kedua temanku yang sedang memantapkan hatinya, tetap hati-hati ya. :’)

 

 

Advertisements