peluang, ruang, dan uang

up.. up.. up..

Gambar dari sini

Perubahan, satu hal yang pasti terjadi di dunia ini. Idealnya, perubahan itu mengarah pada hal-hal yang lebih baik. Sekali lagi, ini idealnya. Bagaimana dengan real-nya? Ya tergantung. Ada harapan, ada kenyataan. Inginnya keduanya sesuai bukan? Tapi kadang posisi keduanya berbenturan. Tak jarang mencipta kekecewaan.

Sudah nature-nya juga, manusia menginginkan segala sesuatu dalam hidupnya senantiasa lebih baik, dari waktu ke waktu. Coba deh ingat-ingat, apa harapan-harapan yang biasanya terucap sewaktu pergantian tahun, pertambahan usia, atau Idul Fitri hari kemenangan? Seingat saya, harapan dan doa yang dipanjatkan itu tidak jauh dari keinginan untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, dalam segala aspek kehidupan ini. Hal ini pun berlaku pada saya. Manusia biasa. Seorang wanita yang setiap hari bergelut dengan harapan-harapannya. Untuk lebih baik tentunya. Insya Allah.

Saat ini, pekerjaan adalah salah satu hal yang ingin saya kembangkan menjadi lebih baik. Bersyukur dengan posisi pekerjaan yang tengah diamanatkan pada saya sekarang. Namun, bukankan setiap kita akan tiba pada titik untuk menggunakan hak dalam mendapatkan sesuatu yang lebih baik? Dan saya, sudah berada pada titik tersebut. Saat ini. Dengan kemampuan dan usaha sesuai jalan-Nya, saya yakin kesemuanya itu tidak akan sia-sia. Apa yang didapat hari ini, itulah bekal untuk esok hari. Apa yang saya pelajari di tempat sekarang, akan jadi senjata untuk menaklukan hari-hari yang akan datang.

Sampai tulisan di blog ini di-publish, pencarian tersebut belum selesai. Tempat bernaung yang baru belum ada untuk saya. Usaha? Sudah jangan ditanya. Doa? Rasanya tak perlu dijelaskan di ruang terbuka macam ini ya. Dan betapa beruntungnya hidup saya dikelilingi orang-orang baik luar biasa. Orang-orang yang mendukung saya, bahkan tanpa diminta. Keluarga yang selalu jadi tempat saya kembali, sahabat-sahabat hebat yang support-nya tak pernah berhenti, rekan dan kerabat yang baik hati, juga seorang teman dekat lelaki yang selalu ada untuk berbagi. Beruntungnya saya ada di tengah-tengah mereka. Mereka alasan saya bahagia. Mereka alasan saya tetap menguatkan usaha pencarian tempat bekerja selanjutnya. Sebab, mereka adalah orang-orang yang selalu berbagi peluang dan informasi perihal kesempatan berkarir di tempat yang (sekiranya) lebih baik. Mereka saja semangat bagi-bagi info lowongan kerja, begitu juga seharusnya saya mengusahakannya.

Terima kasih semuanya yang sudah memacu dan mendukung saya terus berusaha dengan berbagi info seputar peluang, ruang, dan uang. Dan untuk pembaca postingan ini, sekalian mau iklan boleh dong yaa.. Kalo-kalo ada info posisi untuk bagian PAJAK atau AKUNTING, boleh lhoo komennya di sini kakaaaakk.. hhehe.. 😉

Syukuri dan baik-baik mendayagunakan apa yang didapat. Segala sesuatu yang lebih baik itu tidak datang sendiri, cari dan usahakan sampai dapat. Semangat! 🙂

Advertisements

dua-satu-dua

Photo from here

Selamat tanggal dua puluh satu September. Selamat menggenapkan bulan kedua kebersamaan.

Sejak dua bulan lalu, hari keduapuluhsatu di setiap bulan baru menjadi hari yang aku tunggu. Bukan ulang tahunku tentu. Bukan juga ulang tahun keluarga dekatku, bukan pula jadwal suntikan dana segar dari kantorku bekerja. Di duapuluhsatu, adanya aku dan kamu. Dua, menjadi satu.

Di duapuluhsatu kedua ini, teman terdekat kita masih saja sama. Jarak. Dan amunisi terhebat kita masih juga terjaga. Harapan.

Seperti angin, segala angan dan ingin ditiupkan. Kebahagiaan akan melewati jalannya sendiri, dengan izin-Nya. Kitalah yang memilih untuk menantinya.

Di duapuluhsatu kedua ini, selain harapan akan kebahagiaan yang menaungi hingga masa depan, ada banyak terima kasih yang ingin aku ucapkan. Di saat orang lain menyangsikan apa yang tengah kita perjuangkan, lebih banyak pula orang lainnya yang dengan baik hati mendoakan kita kelak dalam payung kebersamaan.

Terima kasih sudah mau dan mampu bertahan hingga duapuluhsatu kedua di September ini. Terima kasih telah menjadi Hulk yang paling melindungi, memperhatikan, dan memahami.

—- Aku; putri (ke)tidur(an) yang suka (ke)siang(an).

jarak

Bentang satuan kilometer kadang membuat hati kita gemetar
Sesekali, bayangan yang hadir adalah jalinan yang kian hambar
Tapi bukankah cinta tak sebatas uraian panjang kali lebar?

Sesungguhnya, jarak terbiasa bicara banyak
Tentang rindu yang berkerak,
kepercayaan satu sama lain di tempat masing-masing berpijak,
juga keteguhan menyelaraskan tujuan agar tetap tegak.
Lebih banyak. Selalu banyak.

Aku hampir lupa
Di antara jarak yang ada, di dua titik yang berbeda, di situlah kita
Kita,
Sebuah kata yang aku suka sekali maknanya
Kata yang sering kusandingkan dengan cinta, bahagia, dan bersama

Aku harus setuju
Jarak memang ladang tempat menjamurnya rindu
Di antara aku dan kamu, jarak memang jadi alasan untuk menunggu
Sebab akan datang waktu,
untuk bertemu, untuk membabat habis rindu

Aku harus sepakat
Jarak itu salah satu ujian yang hebat
Maka kuat-kuatlah saling mengikat, teguhlah saling mengingat
Bukan jadi hal yang berat, jika masing-masing yang terlibat memahami porsinya dengan tepat

Di antara jarak yang idealnya menjadi pengingat, aku menggarisbawahi kita sebagai pejuang yang taat.
Hingga suatu saat, akan kubiarkan jemari ini kau genggam erat, dalam bahagia yang menyelimuti rapat-rapat.

~ untuk yang jauh kulihat; yang dekat dalam doaku seusai shalat. terima kasih sudah menjadi teman yang paling hebat, kamu.