dua cincin di kepala

girl in a wedding

Gambar dari sini.

Katamu, pagi adalah waktu yang tepat untuk menjemput mimpi. Dan aku sungguh jatuh cinta dengan pagi ini. Yang menyeruak hebat bukan harum kopi dan selai-selai roti. Ini wangi melati. Ruang serbaguna ini didominasi harum melati. Seorang mempelai pria berpeci sudah hadir dengan gagah sedari tadi. Prosesi demi prosesi yang dinanti pun mulai dipenuhi. Satu per satu, pasti.

 

“Sah.”

“Alhamdulillah.”

 

Wajah-wajah yang semula tegang berubah kembali tenang, senang. Haru dan khidmat mengubah suasana yang semula mendebarkan. Kini tiba waktuku untuk tampil ke muka hadirin yang datang memenuhi undangan. Senyum. Harusnya senyum yang aku pancarkan. Bukan semacam muka penuh kekhawatiran. Muka dengan berbagai hal dalam pikiran. Kubenahi cara berdiriku yang kaku di tengah puluhan mata memandang. Tak biasa bagiku menerima sorotan tajam dari orang-orang. Rasanya aku butuh busur untuk mengukur seberapa tepat lengkung bibirku agar memunculkan senyuman yang pas di hati bagi yang melihatnya.

 

Kedua cincin itu benar-benar di hadapanku. Kemudian kepalaku terasa penuh dengan potongan-potongan gambar yang bermunculan satu per satu. Pernikahan, rumah tangga, keluarga inti bahagia dengan putra putri juga ada. Ah, entahlah apa arti semua itu. Yang aku tahu, aku ingin.

 

~ gadis pembawa baki cincin pernikahan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s