saya mau

Saya mau, beberapa kali berangkat atau pulang kantor bareng sama pacar.

Saya mau, sesekali dikejutkan dengan “aku di kantin kantor kamu” saat genderang jam istirahat siang di kantor bergema.

Saya mau, sesenang-senangnya saya nunggu bubaran kantor hari Jumat, ada pesan masuk di ponsel yang berisi titah “nanti jangan bikin janji sama siapa-siapa ya, sore aku tunggu di parkiran”. Dengan kata lain terbitlah ajakan meraya-ria-kan Friday Night yang semacam pelepas dahaga bagi kami corporate slaves.

Saya mau, dibikinin bekal spagetti bolognese yang dibarter sama puding coklat sepaket sama fla vanilla-nya.

Saya mau, menghibahkan seluruh sayuran dari makanan pesanan saya. Atau merengek minta bala bantuan kamu menghabiskan makanan yang sudah kenyang saya lahap.

Saya mau, ada pahlawan kesiangan yang siap kapan saja menyelamatkan saya dari kebosanan sendirian di rumah dengan menculik saya ke tempat penuh keriaan.

Saya mau, di beberapa malam minggu ada yang menyalami tangan ayah dan ibu saya selepas “maaf om, tante, pulangnya kemaleman”.

Saya mau, sabar dan sadar menerima dengan legowo bahwa;

Belum ada lagi waktunya saya berangkat atau pulang kantor bareng pacar,

Belum ada lagi kejutan dalam pesan “aku di kantin kantor kamu” untuk merayakan genderang jam istirahat makan siang yang menggema.

Belum ada lagi pesan masuk di ponsel yang berisi titah “nanti jangan bikin janji sama siapa-siapa ya, sore aku tunggu di parkiran”.

Belum ada lagi barteran antara spagetti bolognese dengan puding coklat sepaket sama fla vanilla-nya.

Belum ada lagi kamu yang ikhlas saya hibahkan seluruh sayuran dari makanan pesanan saya. Belum ada lagi kamu yang rela menandaskan sisa-sisa perjuangan saya melahap makanan yang saya sudah kekenyangan.

Belum ada lagi kamu sang pahlawan kesiangan yang siap kapan saja menyelamatkan saya dari kebosanan sendirian di rumah dengan menculik saya ke tempat penuh keriaan.

Belum ada lagi kamu yang yang menyalami tangan ayah dan ibu saya selepas berkegiatan di malam minggu dengan akhiran “maaf om, tante, pulangnya kemaleman”.

Saya tahu apa yang saya mau, tapi kamu belum mampu. Dan saya di sini untuk kamu, masih mau menunggu, sebab menunggu adalah yang saya mampu.

*sampai jumpa di tiga bulan kedepan, hulk*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s