smile, yan!

Entah berapa banyak mantra ‘smile, yan!’ yang saya rapal dalam hati seharian ini. Seingat saya, sejak pagi hingga saya memutuskan memainkan jemari di atas tuts alfabet untuk menuliskan ini, banyak sekali kejadian-kejadian yang saya alami yang harus ditepis dengan ‘smile, yan!’. Ya, frasa sederhana itu memang biasa-biasa saja. Tapi bagi saya pribadi, frasa itu seperti mantra yang punya kekuatan tersendiri. Saya sendiri lupa kapan tepatnya saya mulai terbiasa mengucapkan ‘smile, yan!’ secara berulang-ulang dalam hati, setiap kali merasakan hal yang kurang menyenangkan.

Seperti hari ini, saya akrab sekali dengan frasa penyemangat yang saya sendiri tak tahu asal muasalnya itu. Yang saya tahu, saya hanya mencoba membesarkan hati sendiri saat orang lain tak mampu atau tak mau. Saat saya sedih, saya tahu, tak ada alasan bagi saya untuk selalu mengikutsertakan orang sekeliling saya dalam kesedihan yang sama. Dan yang saya tahu, saya hanya mampu menggumam dalam hati sambil meneguhkan lengkung bibir beberapa inchi. Setidaknya, saya bersyukur masih diingatkan untuk tersenyum ‘smile, yan!’, everything’s gonna be fine.

Jadi, berapa banyak ‘smile, yan!’ yang kamu bayangkan yang saya katakan berkali-kali dalam hati sepanjang hari ini? Hhiihii.. Maybe it’s just a bad day, but it’s not a bad life. Good night, good heart!

Advertisements