Bertualang di Kota Udang (hari 1)

wpid-PicsArt_1392108930010.jpg

Kami lima perempuan sebaya yang haus liburan bersama. Hasil kongkow akhir bulan Desember lalu, kami memesan tiket perjalanan pulang pergi Jakarta – Cirebon untuk pertengahan Januari. Kenapa Cirebon ya? Saya sendiri bingung jawabnya. Intinya, kami ingin melewatkan liburan bersama, tapi yang tidak perlu ambil cuti. Diputuskanlah Cirebon, yang bisa ditempuh dengan kereta kurang lebih 3 jam. Dan memang sudah terbayang-bayang akan kemolekan kulinernya yang khas. Hingga tibalah jadwal liburan kami, 17 – 19 Januari 2014.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya menghubungi kepala cabang kantor saya yang ada di Cirebon, Mbak Wid. Maksud hati ingin sekedar tanya-tanya soal hotel di sana, Mbak Wid  malah menawarkan diri untuk menjemput kami di stasiun malam itu. Maka bersorai-sorailah kami sepenuh hati. Jumat sore sepulang kantor, saya dan teman-teman bertemu di Stasiun Gambir. Kami akan menempuh perjalanan menuju Kota Udang dengan menaiki kereta Cirebon Express. Bertolak dari Gambir pukul 18.40, kami tiba di Stasiun Kejaksan Cirebon sekitar 10.20. Selama perjalanan, kami sungguh bersemangat. Mulai dari foto-foto, ketawa-ketawa, dan makan malam bekal belanjaan kami dari Jakarta. Lumayan pegel juga ya duduk lama sehabis pulang kerja.
wpid-20140117_192842.jpgSampai di Stasiun Cirebon, kami disambut oleh alunan “Warung Podjok” yang membuat Cirebon yang malam itu diguyur gerimis menjadi hangat. Well, nggak ada hubungannya sih emang, tapi kami seneng aja soalnya lagu itu salah satu lagu latihan kami waktu ber-pianika jaman SD. Tak lama menunggu, Mbak Wid pun sudah tiba di hadapan kami. Misi pertama adalah pencarian hotel. Meski sudah browsing soal penginapan, kami memang belum memesannya dari Jakarta. Kami ingin lihat dulu rupa kamar yang akan kami tempati. Banyak hotel murah tapi nyaman yang ada di sekitar stasiun, seperti Sidodadi, Amaris, Slamet, Langen Sari, Aurora Lama dan Aurora Baru.  Namun tak ada yang berhasil menjadi pilihan kami. Sebab kami ingin menginap di family room, tapi tak ada hotel yang membolehkan diisi oleh lima orang. Rada kesel sih sama pihak hotelnya, ditambah lagi hujan pula. Akhirnya, kami menerima tawaran Mbak Wid untuk menempati salah satu rumahnya. Awalnya nolak-nolak, akhirnya kami menginap di rumah Mba Wid dengan nyenyak. Alhamdulillah.

Sebelum istirahat, kami menyusun rencana petualangan esok hari. Selamat bermimpi.