Bertualang di Kota Udang (Hari 3)

Minggu pagi dan semangat kami untuk berpetualang sungguh menggebu-gebu. Perburuan pertama adalah kue tradisional yang sudah hampir langka di Cirebon, kue tapel. Menelusuri bagian dari pasar, kami pun akhirnya menemukan penjual kue unik ini. Pedangan kue yang kami temui merupakan pedagang tapel turun temurun. Dengan wajan warisan dari tetuanya, pedangan ini melayani pesanan kami dengan sabar. Sebab pembuatan kue ini benar-benar satu per satu secara bergantian, kami pun harus mempertebal kesabaran. Kue tapel ada dua rasa, pertama yang klasik, yaitu gula jawa seharga 3.000. Dan favorit saya, isi pisang plus gula jawa, seharga 3.500. Bahan kue ini yaitu kelapa dan tepung beras.
wpid-20140119_085504.jpg

Sambil menunggu pesanan, saya memesan kue apem yang dijual di kedai sampingnya. Kue apem di sini disajikan dengan saos gula merah cair, dan ditaburi kelapa parut. Saya lebih suka kue apemnya saja tanpa gula, lebih gurih. Saos gulanya terlalu manis buat saya. Makanan saya nggak perlu manis-manis bangetlah, lha wong orangnya aja sudah manis. 

Misi selanjutnya yang sudah dipersiapkan dari Jakarta adalah makan nasi jamblang. Singgahlah kami ke kedai Nasi Jamblang Ibu Nur di dekat Grage Mall. Nasi jamblang sendiri adalah nasi yang dibungkus daun jati. Lauk pauknya dihidangkan prasmanan berjejer dalam baskom-baskom besar. Yang juara untuk dicoba adalah cumi tinta hitam atau yang biasa disebut blekutek. Sambel di sini juga saya suka, tidak terlalu pedas. Ini nih nasi jamblang dengan menu pilihan saya.

wpid-20140119_094954.jpg

Selesai menyantap nasi jamblang dengan garang, kami melanjutkan petualangan ke Gua Sunyaragi di Jalan Evakuasi. Tiket masuk ke area ini sebesar 8.000. Sunyaragi terdiri dari kata sunyi dan raga. Artinya, gua untuk mengistirahatkan raga dalam sunyi. Terdiri banyak gua yang ditujukan untuk keperluan zaman kerajaan terdahulu, seperti dapur, tempat penyimpanan logistik, tempat untuk latihan perang, dan tempat untuk bersembunyi . View-nya keren dan bikin nggak pengen merem. Bangunan di sini terbuat dari batu karang dan kapur. Di salah satu sisinya, ada relief gajah dan burung garuda dililit ular. Maksud dari relief ini adalah, ketika manusia kedudukannya sampai ke atas, harus tetap ingat bawah.

gua sunyaragi

gua sunyaragi

Puas berkeliling Gua Sunyaragi, kami menempuh ke arah atas menuju Kuningan. Tepatnya ke peninggalan sejarah Linggarjati di daerah Beber. Ini merupakan lokasi diadakannya konferensi Linggarjati. Di sini terdapat meja konferensi, kamar-kamar delegasi dari berbagai negara. Taman di sekitarnya pun sungguh asri. Furnitur di sini ada yang sudah diperbarui ada yang masih asli.

di salah satu sudut rumah perjanjian linggarjati

di salah satu sudut rumah perjanjian linggarjati

Mengingat waktu yang semakin mengejar, kami memutuskan kembali ke kota Cirebon. Dalam perjalanan, kami mampir ke restoran yang menarik perhatian, Klapa Manis. Pemandangannya bagus dan menarik untuk disinggahi. Letaknya di pinggir jalan persis dan eye catching. Desain di restoran ini unik dan full kayu. Suasana dan pemandangannya mirip dengan Dago Atas Bandung. Hamparan hijau yang meneduhkan.

landscape RM Kelapa Manis

landscape RM Kelapa Manis

Di restoran ini kami hanya memesan cemilan untuk mengganjal perut karena mengejar untuk sampai kota agar tidak terlalu sore. Takut ketinggalan kereta.

can't hardly wait to eat them!

can’t hardly wait to eat them!

Habis-habisan ngemil dan ketawa-ketawa, kami masuk kota Cirebon dan langsung menuju toko oleh-oleh untuk membeli buah tangan untuk orang rumah. Kami menyebut diri kami backpacker cinta keluarga. Maksudnya, berangkat cuma bawa tas ransel, pulangnya bawa kardus berbagai macam isinya.

backpacker sayang keluarga, banyak deh oleh-olehnya

backpacker sayang keluarga, banyak deh oleh-olehnya

Oleh-oleh dari Cirebon bisa berupa kerupuk udang dan segala olahan udang lainnya, jeniper (jeruk nipis peras), dan aneka sambal. Kalap berbelanja, kami harus segera kembali ke tempat menginap untuk bersiap-siap lalu mengejar kereta di stasiun.

Di perjalanan, mata dan perut kami lagi-lagi ingin dimanjakan. Tahu petis yang jadi sasaran. Penjual tahu petis ini biasa membuka dagangannya pada sore hari. Sebenarnya tahu goreng ini adalah tahu tawar yang hanya diciprati bubuk garam. Tapi sambel petisnya itu yang bikin iman goyah. Enaknya nempel di lidah.

Tepat setengah enam sore kami meninggalkan rumah Mbak Wid yang selama dua malam menjadi tempat kami bernaung. Dalam perjalanan menuju stasiun, kami melihat gerai Docang yang baru buka. Maka dengan keteguhan hati untuk mencoba makanan yang s atu ini, dan meyakinkan diri bahwa makannya cepat, kami pun turun dan makan dengan lahap. Docang merupakan makanan khas Cirebon yang terdiri dari lontong, toge, daun singkong rebus, disiram kuah oncom dan ditaburi parutan kelapa. Ditambah dengan kerupuk putih dan sambal hijau yang menggugah, docang hangat ini sukses masuk ke perut kami di detik-detik terakhir menuju stasiun. Alhamdulillah to-eat-list yang satu ini sudah tercapai.

docang, kemari sini aku mamam sayang!

docang, kemari sini aku mamam sayang!

Sampai stasiun, kami berpisah dengan Mba Wid yang sudah berbaik hati mau direpotin oleh lima perempuan yang suka ngakak dan makan. Kami masuk stasiun dengan kembali diiringi lagu Warung Podjok. Ternyata, kereta Cirebon Express yang akan mengantar kami kembali ke Jakarta delay. 45 menit kami menunggu di jalur kedatangan kereta. Tak mau menyia-nyiakan waktu, kami pun sibuk foto-foto dengan barang bawaan seperti mbak-mbak mau mudik.

Terima kasih tongsis yang sudah menjadi partner berfoto dalam jalan-jalan kali ini.

tongsis a.k.a tongkat narsis

tongsis a.k.a tongkat narsis

19.30 kereta yang kami naiki pun berangkat dari Stasiun Kejaksan Cirebon. Bye, 0231!

Stasiun Kejaksan, Cirebon

Stasiun Kejaksan, Cirebon

Di antara kencangnya laju ular besi yang mengantar ke Jakarta, saya berpikir. Saat berangkat Jumat sore lalu, mungkin banyak diantara penumpang kereta tersebut yang hendak bertemu keluarganya. Namun saya dan teman-teman lainnya, diantar oleh kereta tersebut untuk menemukan keluarga baru. Indahnya silaturahmi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s